SkyCity Adelaide Berpotensi Didenda AU$21 Juta Akibat Pelanggaran
SkyCity Adelaide, sebuah kasino yang ternama di Australia, kini berisiko terkena denda hingga AU$21 juta setelah menjalin kesepakatan dengan pengawas dari Australia Selatan. Keputusan ini diambil menyusul ditemukannya berbagai pelanggaran hukum yang terlibat dalam operasi kasino tersebut.
Beberapa waktu lalu, Brian Martin AO KC, seorang mantan hakim yang disegani, mengeluarkan laporan menyeluruh setebal 500 halaman. Dalam dokumen itu, ditemukan pelanggaran sistematis dalam manajemen SkyCity Adelaide, terutama yang terkait dengan kepatuhan terhadap peraturan anti pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme (AML/CTF). Austrac, otoritas pengawas keuangan di Australia, mengidentifikasi adanya pola pelanggaran serius yang dilakukan oleh pihak kasino.
Martin menekankan ketidakmampuan SkyCity Adelaide untuk mematuhi aturan AML dan CTF serta upaya yang kurang dalam memitigasi dampak negatif perjudian. Kesepakatan dengan pengawas menetapkan bahwa SkyCity harus menerapkan serangkaian perbaikan penting. Selambat-lambatnya pada 1 Januari 2028, mayoritas anggota dewan direksi non-eksekutif yang independen harus duduk di kursi dewan.
CEO dilarang menerima perintah dari mana pun kecuali dari dewan, kecuali diizinkan oleh komisaris. Selain itu, setiap pelanggaran hukum negara bagian atau federal harus dilaporkan kepada komisaris yang berwenang dalam kurun waktu lima hari kerja. SkyCity juga diminta untuk mengangkat ahli independen untuk menilai kapasitas, pelatihan, dan budaya kerja perusahaan.
Perusahaan juga wajib menunjuk auditor independen yang akan menyiapkan laporan tahunan tentang kepatuhan terhadap lisensi yang mereka pegang.